Blitar, SEJAHTERA.CO – Di Kota Blitar ada produsen batik yang masih eksis puluhan tahun. Batik Kinan, sebutannya yang berada di Lingkungan Ngegong, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Uniknya, agar mampu diserap pasar, motif batik mengadopsi ciri khas Kota Blitar seperti Koi hingga rambutan.
Tak sulit mencari keberadaan batik Kinan. Lokasinya berada jalan raya Kelurahan Gedog, tak jauh dari kantor KPU Kota Blitar.
Bengkel kerja untuk produksi batik pun dipusatkan di teras dan halaman rumah. Meski begitu, sudah puluhan bahkan ratusan batik yang sudah diproduksi. Ketika koran ini mendatangi, halaman rumah dipenuhi dengan lembaran kain batik yang dikeringkan.
Baca Juga :Dongkrak PAD, Dua Pasar di Tulungagung Membutuhkan Revitalisasi
“Batik ini tinggal dikeringkan. Kalau sudah kering tinggal tahap terakhir dan siap dipasarkan,” kata Perempuan berusia 64 tahun ini.
Perempuan itu adalah Nanik Mawarti. Meski usianya sudah lanjut, tangan dan idenya tak kalah dengan pembatik yang sudah ternama. Tangannya pun terlihat cekatan ketika membatik dan menancapkan besi untuk batik cap.
Perempuan empat anak itu memulai usaha batik sekitar 2010 lalu. Awalnya hanya ingin menumpahkan kreasinya di atas kain. Tetapi lama kelamaan malah ketagihan.
“Iya, pernah ikui pelatihan. Tetapi saya memang suka untuk melukis dan ternyata kesampaian dengan membatik ini,” katanya.
Baca Juga :Puluhan BUMDes Belum Berbadan Hukum, Ini data DPMP Kabupaten Tulungagung



















