Harga Bapok Naik, Cabai Rawit di Tulungagung Tembus Rp 100 Ribu Perkilogram

Harga Bapok Naik, Cabai Rawit di Tulungagung Tembus Rp 100 Ribu Perkilogram
Harga cabai rawit di Pasar Ngemplak Tulungagung sudah tembus diharga Rp 100 ribu perkilo (isal/sejahtera.co)

Baca Juga :Tujuh Mobil Kcunk Motor Digelapkan Karyawan, Kasatreskrim Polres Tulungagung: Kerugian Capai Rp 1,5 Miliar

Meski harganya naik, daya beli masyarakat terhadap daging ayam potong juga tidak mengalami penurunan, dan bahkan permintaan dari masyarakat juga ikut naik.

Pasalnya, pada hari biasa permintaan daging ayam potong perhari hanya 50 kilogram saja, sedangkan saat ini melonjak hingga satu kuintal perhari.

Read More

“Daya belinya justru meningkat, hari biasa saja perhari hanya laku 50 kilogram. Saat ini permintaan dari masyarakat semakin meningkat, satu hari bisa 1 kuintal terjual,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Pasar Ngemplak Tulungagung, Moh. Hasan Habibi mengatakan, kenaikan harga bapok di Pasar Ngemplak Tulungagung sebenarnya memang sudah terjadi sejak pekan kemarin.

Baca Juga :Pemkab Kediri Terbitkan SE untuk Tempat Hiburan Selama Puasa Ramadan

Namun terhitung sejak Senin (24/2/2025) hingga kini, kenaikan harga bapok justru semakin tinggi.

Menurut Habibi, fenomena kenaikan harga bapok ini memang kerap terjadi menjelang perayaan bulan suci ramdhan, ditambah adanya kegiatan megengan yang dilakukan oleh masyarakat. Meski begitu, pihaknya memastikan jika kenaikan harga bapok ini hanya akan terjadi sampai dengan H+7 bulan Ramadan mendatang.

“Biasanya kenaikan harga ini akan terjadi sampai seminggu setelah awal Ramadan. Setelah itu harga akan kembali normal, dan akan naik lagi menjelang perayaan idul fitri,” kata Moh. Hasan Habibi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *