“Saya ikut rebutan apem buat berkah Ramadan, tapi tadi desak-desakan banget, untung masih dapat,” ujar Sumiarsih, salah satu warga yang ikut dalam acara tersebut.
Baca Juga :Razia Penertiban Diduga Bocor, Dishub Ponorogo hanya Jaring Beberapa Truk ODOL
Selain kericuhan, insiden lain terjadi dengan laporan kehilangan HP. Tiga pelajar dan dua ibu-ibu mengaku kehilangan ponsel mereka saat berebut gunungan. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui apakah ponsel tersebut terjatuh atau menjadi korban pencurian.
Menanggapi kejadian ini, Wakil Bupati Jombang, Salmanuddin Yazid, yang turut hadir dalam acara, mengimbau agar panitia lebih mengatur jalannya prosesi agar insiden serupa tidak terulang di tahun-tahun mendatang.
Meski diwarnai insiden kecil, ia tetap mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam melestarikan tradisi Megengan Grebeg Apem sebagai wujud syukur menyambut Ramadan.
Baca Juga :Tren #KaburAjaDulu Tuai Kontroversi, Anggota DPRD Ponorogo Ribut Riyanto Beri Tanggapan
“Sebagaimana kita lihat, alhamdulillah antusias warga Jombang terhadap gunungan apem pada siang hari ini cukup luar biasa dan insya Allah tahun depan kita tingkatkan kembali,” ujar Salmanuddin Yazid, Wakil Bupati Jombang usai acara.



















