“Sampai muncul candaan di masyarakat bahwa Pertamax sebenarnya adalah Pertalite yang tidak perlu antre,” katanya.
Ia menilai keluhan ini harus segera ditanggapi serius oleh Pertamina. Apalagi, ada banyak pengguna kendaraan yang mengeluhkan performa mesin menurun setelah menggunakan BBM yang seharusnya berkualitas tinggi.
“Banyak yang mengeluh bahwa setelah menggunakan Pertamax beberapa kali, kendaraan mereka mengalami kendala seperti tarikan gas yang tidak lancar. Masalah kecil yang terus diabaikan ini membuat konsumen mulai beralih ke SPBU selain Pertamina,” ujarnya.
Sadarestuwati meminta Pertamina segera memberikan penjelasan yang gamblang kepada publik terkait kualitas BBM yang dipasarkan.
Baca Juga :Jelang Pengamanan Lebaran, Senjata Api dan Amunisi Anggota Polres Nganjuk Diperiksa
Menurutnya, jika masalah ini terus berlarut-larut tanpa penyelesaian, kepercayaan masyarakat terhadap Pertamina akan semakin menurun.
“Mohon jangan lagi hanya janji atau wacana. Kepercayaan rakyat sudah tergerus. Segera lakukan evaluasi menyeluruh agar BBM yang beredar benar-benar berkualitas,” pungkasnya.



















