Faktor Cuaca, Harga Cabai Rawit Petani Fluktuatif

Faktor Cuaca, Harga Cabai Rawit Petani Fluktuatif
salah satu petani cabai rawit di Tulungagung saat memanen tanaman cabai pada lahan sawah miliknya (isal/sejahtera.co)

“Cabai itu kalau terlalu banyak terkena air, berpotensi menyebabkan buahnya keriting dan terparah bisa menyebabkan gagal panen, sehingga hasil panen cabai di musim penghujan pasti menurun,” ungkapnya.

Baca Juga :Hari Terakhir Layangkan Surat Sanggahan, Pejabat Eselon II yang Dinonjobkan Bupati Ponorogo Terkuak, ini Isi Suratnya

Disaat supply cabai rawit menurun akibat faktor cuaca, jelas Suyanto, maka tidak heran jika harga cabai di Tulungagung turut mengalami kenaikan, seiring demand yang tetap. Sesuai data miliknya, saat ini masih ada 36 hektare lahan sawah di Tulungagung yang masih menanam cabai rawit meski hasilnya kurang maksimal.

Read More

Diketahui, 36 hektare lahan sawah cabai rawit itu tersebar pada 11 Kecamatan, meliputi Kecamatan Sumbergempol, Ngantru, Kalidawir, Pucanglaban, Campurdarat, Tanggunggunung, Pagerwojo, Rejotangan, Sendang, Karangrejo, dan Pakel. Rata-rata setiap satu hektare lahan sawah tanaman cabai itu menghasilkan sekitar 7 ton cabai.

Baca Juga :Geger! Pabrik Miras Beromzet Miliaran Rupiah di Jombang Digerebek Polisi

“Meskipun Tulungagung bukan sentra penghasil cabai, tetapi Tulungagung juga menyuplai cabai ke Kediri dan Blitar, dimana pada hari biasa, hasil panen cabai kita selalu surplus. Tetapi karena faktor cuaca, saat ini kebutuhan cabai terbilang cukup,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *