Ketika bau apek dan basi, menjadi tanda jika makanan itu berpengawet dan ada campuran bahan kimia berbahaya. “Contohnya ada rodhamin yang jika berlebihan membahayakan kesehatan tubuh,” katanya.
Dia mencontohkan seperti kasus makanan ringan kedaluwarsa di Badas, Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu. Penjual mengelabuhi pembeli dengan iming-iming harga murah. “Padahal jajanan yang dijual kadaluwarsa tak layak dikonsumsi,” katanya.
Baca Juga :Pemkot Blitar Gelar Operasi Pasar Diserbu Pembeli, Ada 2.033 Paket Sembako Murah
Pria kelahiran Surabaya ini menambahkan, jelang Lebaran BPOM Kediri gencar sosialisasi dan sidak. Mulai dari jajanan pasar dan takjil hingga kue kering. Blitar yang juga masuk wilayah kerja BPOM Kediri, turun untuk cek makanan.
“Ketika ada temuan kami telaah dan diminta untuk tak dijual. Mayoritas penjual tak memproduksi. Hanya dititipi,” pungkasnya.



















