“Kita juga akan kawal. Jadi kita sudah terbuka. Kalau memang ada kendala, tolong disampaikan ke kita. Kepala Bulog juga harus welcome terbuka. Kalau ada telepon dari tokoh masyarakat, baik kepala desa, teman-teman di BPD terkait hal penyerapan gabah juga harus diterima. Itu sudah ada pengawasan kita nanti,” kata Ulum.
Semenetra Kepala Cabang Bulog Kediri, Imam Mahdi menjelaskan, Bulog telah menyerap 10.429 ton gabah di Nganjuk hingga Selasa (25/3/2025) malam.
Baca Juga :Polisi di Blitar Bongkar Bisnis Esek-esek Aplikasi Hijau, Kos jadi Tempat Eksekusi
“Enggak mungkin kan kami kemudian sudah menjadwalkan ke kami, terus kemudian kami tolak kan enggak mungkin. Ya kan gitu. Jadi posisinya setelah dia apa melakukan penjatuhkan, terus kemudian kita berikan komision pembayaran,” jelasnya.
“Artinya siapa saja sebenarnya bisa mengirim ke Bulog tanpa pengawalan gitu Pak? Lupa. Aturannya harusnya ada pengawalan dari BPL dan Bappil, Pak. Ya seperti itu. Tuh, seperti itu,” sambungnya.
Imam Mahdi menambahkan bahwa target penyerapan gabah di Nganjuk adalah sekitar 17.600 ton.(st4)
Reporter : Inna Dewi Fatima
Dhita Septiadarma



















