Dalam kondisi normal, hasil itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, namun saat musim hajatan, ia mengaku kewalahan melayani pesanan.
Uniknya, meski harga telur naik, harga pakan ayam justru stabil di kisaran Rp4 ribu per kilogram. Untuk memberi makan ternaknya, Rahmat menghabiskan sekitar 35 kilogram pakan setiap hari.
Baca Juga :SPMB Jalur Domisili, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Bakal Jalankan Aturan Ketat
Usaha yang digelutinya sejak 2018 itu kini menghasilkan omzet sekitar Rp4 hingga Rp5 juta per bulan. “Dengan tren positif seperti ini, saya optimistis harga telur bisa terus naik ke Rp25 hingga Rp26 ribu dalam waktu dekat,” tambahnya.
Sementara itu, Faiz Hasan, salah satu pelanggan tetap Rahmat, mengaku lebih memilih membeli langsung ke peternak untuk kebutuhan hajatan keluarganya.
“Saya beli 10 kilo langsung ke sini. Sudah langganan karena kualitasnya bagus dan harganya terjangkau,” katanya.



















