Penyelidikan awal mengarah pada nasi berkat yang dibawa pulang oleh para tamu sebagai sumber keracunan.
Kesaksian sejumlah korban menyebutkan bahwa hanya mereka yang menyantap nasi berkat di rumah yang mengalami gejala keracunan, sementara warga yang makan di lokasi hajatan dalam kondisi baik.
“Dari informasi beberapa korban, yang keracunan itu yang makan nasi berkat di rumah. Yang makan di tempat semuanya aman,” tuturnya.
Baca Juga :Ratusan Warga Desa Temon Ngrayun Geruduk Kejari Ponorogo, ini Tuntutannya
Kini, puluhan warga yang menjadi korban keracunan berharap adanya itikad baik dari pihak penyelenggara hajatan untuk membantu meringankan beban biaya pengobatan.
Sementara itu, pihak berwenang telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengirimkan sampel makanan ke laboratorium untuk diuji, demi mengungkap penyebab pasti tragedi keracunan massal yang merenggut satu nyawa dan menyebabkan puluhan lainnya menderita.



















