Sementara itu, Ketua GMNI Blitar, Vita Neriza mengatakan, dewan dan walikota memberikan atensi dengan keluhan para buruh. Buntut tak operasional dan pailitnya Perusahaan yang menjadi mata pencairannya,
penghasilan keluarga berkurang. Hal itu diperparah dengan kondisi pesangon dan gaji yang sampai saat ini belum juga diterima. “Kami akan memperjuangkan keluhan para buruh,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim berjanji akan mengawal tuntutan para mahasiswa dan buruh. Sebagai wakil rakyat tentu sudah menjadi kewajiban untuk atensi. Apalagi menyangkut dengan penghasilan.
“Kami akan mengawal aspirasi massa,” katanya.
Baca Juga :Polres Lamongan Gelar Simulasi Pengendalian Massa
Usai mendapatkan janji untuk mengawal, massa beranjak menuju kantor Wali Kota Blitar di Jalan Merdeka Blitar. Tuntutannya sama yakni meminta untuk membantu pencairan pesangon dan gaji para buruh.



















