Jembatan bersejarah itu kerap dijadikan tempat nongkrong oleh anak-anak muda, bahkan kadang disalahgunakan untuk pesta minuman keras pada dini hari.
Namun berkat kesiapannya, berkali-kali ia berhasil membubarkan aktivitas tersebut. Tak jarang, ia mengingatkan langsung para remaja bahwa tempat itu bukan sekadar jembatan, tapi bagian dari sejarah yang dilindungi oleh UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
“Kami tidak sekadar menjaga keamanan, tapi juga menjaga martabat warisan bangsa,” ucapnya.
Baca Juga :Truk Tebu Terguling, Jalan Raya Blitar-Malang Tersendat
Mukhlason bukan sosok yang suka duduk tenang menikmati penghargaan. Tetapi, dirinya lebih memilih turun ke lapangan dengan menyusuri titik-titik rawan mulai dari kawasan gesekan antarperguruan silat, lokasi kriminalitas jalanan, hingga pos penjagaan di sejumlah Polsek.
Dalam patroli terakhir itu, ia tak lupa memberi arahan kepada anggota jaga. Pesannya jelas.
“Lakukan tugas dengan ikhlas. Jangan sakiti masyarakat. Kita hadir bukan untuk ditakuti, tapi untuk dipercaya,” tambah Mantan Kapolsek Mojoroto itu.



















