Terkait kabar korban yang memotong alat vitalnya, dr. Tito memastikan jika hal itu tidaklah benar, dimana alat vital pasien masih utuh dan hanya mengalami beberapa luka gores. Pihaknya belum bisa memastikan luka yang dialami pasien itu apakah akibat pisau atau serpihan kaca, tapi pastinya karena benda tajam.
“Hari ini tubuh pasien sudah dibersihkan, prosedur operasi juga dilakukan hari ini. Setelah operasi selesai, pasien akan kami pindahkan ke ruang intensif untuk pemantauan lebih lanjut,” ungkapnya.
Selama dirawat, pasien tersebut ditempatkan di ruangan khusus psikiatrik yang dirancang aman bagi pasien dengan gangguan kejiwaan. Diketahui, ruangan tersebut tidak memiliki sumber listrik terbuka dan dirancang agar pasien dengan gangguan kejiwaan tidak bisa melukai dirinya sendiri.
Menurut Tito, setelah prosedur operasi dan penanganan medis selesai dilakukan, kemudian akan melakukan komunikasi dengan keluarga pasien sebagai langkah tindak lanjut. Hal itu dilakukan untuk menentukan penanganan psikologis berikutnya terhadap pasien sesuai persetujuan pihak keluarga.
Baca Juga :Jadi Syarat Penyembelihan Kurban, 80 Persen Hewan Ternak di Tulungagung Telah Divaksin
“Pasien kami tempatkan di ruangan yang aman, jadi dirinya tidak bisa melukai diri seperti membenturkan kepala dan lain-lain. Penanganan kejiwaannya nanti akan kami koordinasikan dengan pihak keluarga,” pungkasnya.



















