Baca Juga :Anggota Polres Ponorogo Dipecat setelah 6 Bulan Lebih Mangkir dari Tugas
Saat itu, warga melihat korban Khefin tengah berpegangan pada akar pohon dan kemudian ditolong dengan cara ditarik ke tempat aman. Dikarenakan korban Febi menghilang terseret arus sungai, warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kalidawir diteruskan ke BPBD Tulungagung dan potensi SAR lain.
“Korban Febi tidak diketahui keberadaannya setelah terseret air bah,” jelasnya.
Setelah menerima laporan itu, Nanang menyebut, petugas Polsek Kalidari, BPBD Tulungagung dan potensi SAR lainnya segera menuju TKP untuk melakukan penyisiran di aliran sungai.
Sayangnya, saat itu petugas hanya berhasil menemukan tas milik korban Febi dan sepeda motor yang terseret sejauh 300 meter dari lokasi awal korban terseret.
Proses penyisiran semalam dilalukan sampai sejauh kurang lebih tiga kilometer untuk mencari keberadaan korban Febi, tapi sayangnya hasil penyisiran tersebut tidak membuahkan hasil.
Baca Juga :Selama Operasi Pekat II, Lima Tersangka Diamankan Polres Lamongan dari Empat Kasus Penganiayaan
Karena medan yang sulit dan gelap, proses pencarian lanjutan direncanakan mulai dilakukan pada Jumat (16/5/2025) dengan target penyisiran yang lebih luas.
“Hari ini proses pencarian masih akan dilakukan lagi dengan mendatangkan Basarnas Trenggalek. Mudah-mudahan korban Febi berhasil ditemukan,” pungkasnya



















