Baca Juga :BPBD Jombang Kirim Bantuan Personel dan Alat Berat Bantu Penanganan Bencana di Trenggalek
Sementara itu berdasarkan rilis BMKG Juanda, sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini sudah memasuki awal musim kemarau dan sebagian kecil wilayah, masih dalam masa pancaroba. Sehingga potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
“Bisa banjir, banjir bandang, longsor, angin puting beliung, pohon tumbang dan sebagainya,” sebutnya.
Namun kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya pola belokan angin di laut Jawa, serta terdapat gangguan atmosfer berupa gelombang MJO (Madden-Julian Oscillation).
Dan gelombang low yang diprakirakan melintasi Jawa Timur dalam 10 hari ke depan. Sehingga mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan yang intens.
Selain itu kondisi atmosfer lokal yang masih labil dan lembab dari lapisan bawah hingga atas di wilayah Jawa Timur mendukung untuk pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup signifikan.
Baca Juga :Diburu Pembeli Jelang Kurban, Produksi Tusuk Sate Tembus 3 Kuintal per Hari
“Jadi kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada ketika hujan dengan intensitas lama. Terutamanya di wilayah yang masuk zona merah,” pungkas Masun.



















