Tekan Stunting, Pemkot Kediri Gelar Pelatihan Fortifikasi dan Olah MPASI untuk Kader Posyandu

Kader posyandu diperkuat, Pelatihan Fortifikasi 2026 jadi senjata Kediri tekan stunting.(foto: agus sulistiyo budi)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Komitmen menekan angka stunting di Kota Kediri terus digelorakan. Salah satunya melalui Pelatihan Fortifikasi Tahun 2026 bertema “Optimalisasi Olah Menu Pendamping ASI dan Balita di Kota Kediri” yang digelar selama lima hari, 20–24 April 2026.

Kegiatan yang dimulai Senin (20/4/2026) ini menyasar kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Sebanyak 20 kader dari 20 kelurahan ambil bagian, mewakili total 46 kelurahan di Kota Kediri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kediri, M. Ridwan, menegaskan pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kapasitas kader dalam penyediaan makanan sehat dan bergizi, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan balita.

Read More

“Pelatihan ini kami rancang selama lima hari agar peserta benar-benar memahami cara mengolah makanan bergizi. Ini bagian dari ikhtiar serius menuju zero stunting di Kota Kediri,” tegasnya.

Ia menambahkan, masih ada 26 kelurahan yang belum tersentuh pelatihan. Namun, pihaknya menargetkan seluruh kader posyandu dapat mengikuti pelatihan serupa dalam waktu dekat.

“Harapannya, para kader tidak hanya mampu mengolah makanan bergizi, tetapi juga bisa mensosialisasikan hingga mengembangkan potensi ekonomi dari produk pangan tersebut,” imbuhnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kediri, Candra Jaya, menekankan bahwa peningkatan kualitas gizi menjadi fokus utama pembangunan kesehatan daerah. Menurutnya, fortifikasi atau penambahan nilai gizi pada makanan merupakan solusi strategis untuk mengatasi kekurangan nutrisi dan vitamin di masyarakat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *