Kinerja Jasa Keuangan Triwulan I 2025, OJK Kediri Catat Kenaikan Pembiayaan Bermasalah

Kinerja Jasa Keuangan Triwulan I 2025, OJK Kediri Catat Kenaikan Pembiayaan Bermasalah
Kepala OJK Kediri dalam kegiatan Media Update perkembangan industri jasa keuangan Triwulan 1 2025 dan rangkaian kegiatan industri keuangan.(rizky/sejahtera.co)

Sementara pembiayaan oleh perusahaan modal ventura naik 9,69 persen dengan perbaikan NPF menjadi 4,30 persen.

Baca Juga :Persik Kediri Koleksi Rekor Tak Pernah Menang Kandang Sejak Awal 2025

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) juga mengalami pertumbuhan aset sebesar 4,35 persen menjadi Rp122,03 miliar dan penyaluran pinjaman naik 2,99 persen menjadi Rp80,59 miliar.

Read More

“Hingga April 2025, OJK Kediri menerima 470 layanan konsumen, terdiri atas 246 pengaduan dan 224 permintaan informasi. Isu terbanyak terkait restrukturisasi kredit, akses data SLIK, serta penipuan eksternal,” ucapnya.

Ismirani menuturkan, OJK juga terus menggalakkan literasi keuangan dengan 39 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 56.000 masyarakat di 13 kabupaten/kota. Kegiatan mencakup GERAK SYARIAH, talkshow keuangan, edukasi digital, hingga kampanye “SICANTIK” bersama PT Pegadaian dan Pemkab Kediri.

Seluruh inisiatif ini sejalan dengan peningkatan indeks literasi keuangan nasional sebesar 66,46 persen dan inklusi 80,51 persen.

OJK Kediri menegaskan pihaknya turut aktif memerangi aktivitas investasi ilegal, termasuk mengantisipasi penawaran mencurigakan dari entitas seperti World Pay One (WPONE). Ismirani Saputri juga mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap penawaran investasi yang tidak legal dan tidak logis.

Baca Juga :Penghargaan Terbaik II Nasional Pengawasan Kearsipan Daerah Diraih Kota Batu

“Ingat prinsip 2L, yakni Legal dan Logis. Periksa legalitas lembaga dan pastikan imbal hasil yang ditawarkan masuk akal,” tegas Kepala OJK Kediri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *