Baca Juga :Grup Facebook “Gay Jaranan Kediri, Nganjuk dan Sekitarnya” Bikin Geger, Diduga Ada Warga Patianrowo
Sedangkan pada tahun 2024 kemarin, hanya ada satu sarikah yang disediakan oleh pemerintah Arab Saudi, sehingga pelaksanaannya lebih sederhana dibanding tahun ini.
Perbedaan tersebut membuat pelayananan yang diberikan oleh petugas haji kepada para jamaah haji asal Tulungagung sedikit lebih ekstra.
“Jadi kami harus rutin melakukan komunikasi antara petugas haji dan para jamaah haji asal Tulungagung agar pelayanan tetap maksimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, jelas Mukhsin, dikarenakan banyaknya sarikah pada musim haji tahun ini, menyebabkan jamaah haji yang tergabung ke dalam satu kloter tidak tinggal di sarikah yang sama. Sebagai contoh, jamaah kloter 1 Tulungagung yang berjumlah 376 jamaah, dan sarikah mereka berbeda-beda.
Imbasnya, petugas haji sempat kesulitan untuk membagikan konsumsi bagi para jamaah, mengingat mereka tinggal di hotel yang berbeda sesuai sarikah masing-masing.
Meski begitu, sejauh ini tidak lagi ada masalah dalam pelaksanaan ibadah haji, sehingga pihaknya bersiap menyambut kepulangan jamaah haji.
“Sarikah itu sudah ditentukan sejak awal semenjak visa yang didapat itu turun dari pemerintah Arab Saudi, kebetulan tahun ini perusahaan yang ditunjuk ada delapan. Berjalannya waktu, semua berjalan lancar dan sekarang kami bersiap menyambut kepulangan jamaah haji,” pungkasnya.



















