Baca Juga :Penjual Ketan Bubuk dan Ketan Hitam Meninggal Mendadak di Depan Alfamart Ngaglik Kota Kediri
Sementara itu, Ifang Sofyant mengatakan menilai video yang beredar adalah potongan yang tidak utuh.
“Tidak ada bahasa intimidasi. Saya menyampaikan pesan tegas tentang disiplin kerja. Banyak karyawan yang meninggalkan tempat 5 sampai 15 menit sebelum jam kerja berakhir. Ini sudah berulang kali terjadi,” ujarnya.
Ifang melanjutkan, insiden itu terjadi di Gedung A, di mana terdapat 2.800 pekerja disana. Saat itu, lebih dari 200 karyawan didapati sudah berkumpul di pintu keluar sebelum pukul 16.00 WIB, waktu resmi kerja berakhir.
“Saya ditegur atasan karena dianggap gagal mengawasi. Maka saya tegur langsung di lapangan,” ucapnya.
Baca Juga :Pura-pura Ajak Nikah, Perempuan Tulungagung Bawa Kabur Motor Kenalan
Mengenai ucapannya tentang “orang Indonesia goblok semua!”, Ifang menyebut itu adalah bentuk keprihatinan pribadi, bukan penghinaan.
Ia berdalih bahwa tujuannya adalah membangkitkan kesadaran pentingnya disiplin dalam budaya kerja, apalagi di lingkungan perusahaan asing dengan standar tinggi.
“Saya tidak bermaksud merendahkan. Saya ingin kita menunjukkan bahwa bangsa ini bisa disiplin,” pungkasnya.



















