Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menciptakan lingkungan pesantren yang inklusif dan menjunjung nilai kemanusiaan.
“Kami dari Kementerian HAM ingin turut mendukung lahirnya pesantren yang ramah HAM secara menyeluruh,” tandasnya.
Sementara itu, KH Abdul Ghofar, Sekretaris Pondok Pesantren Tebuireng, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, nilai-nilai HAM sangat selaras dengan ajaran akhlak yang diajarkan di pesantren.
“Santri bukan hanya belajar hadis, tetapi juga kitab-kitab akhlak. Akhlak kepada guru, teman, tetangga—semuanya bagian dari pemahaman menghormati sesama. Ini sangat penting untuk membentuk kesadaran HAM di lingkungan pondok,” jelasnya.
Kunjungan kerja Wamen HAM RI ini juga didampingi oleh Plt Kabag Umum Kanwil Kemenkumham Jatim, Ratno Suhartono, yang mewakili Kepala Kanwil.
Baca Juga :Hutan Lindung di Rejoso Nganjuk Diduga Terancam Alih Fungsi Lahan
Rombongan disambut langsung oleh Gus Riza Yusuf Hasyim, cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, mewakili Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz.
Hadir pula Wakil Bupati Jombang, Gus Salmanudin Yazid, serta para santri dan santriwati yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan penguatan kapasitas HAM.



















