Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Kondisi hutan di Kabupaten Nganjuk kian memprihatinkan. Kerusakan tak hanya melanda hutan produksi, namun telah merambah ke Hutan Lindung (HL).
Berbagai faktor menjadi pemicu degradasi lingkungan ini, mulai dari aktivitas manusia hingga faktor alam.
Ketua Perkawis, Tofan Ardi mengungkapkan bahwa beberapa faktor utama yang mempercepat kerusakan hutan meliputi penambangan tanah urug, deforestasi, alih fungsi hutan, serta faktor alam.
Tofan menjelaskan, kegiatan penambangan di wilayah Perhutani secara langsung menyebabkan deforestasi.
a kondisi hutan yang semula ada, kemudian dijadikan lahan tambang, maka terjadi perubahan fungsi hutan menjadi areal tambang,” ujar Tofan.
Baca Juga :Pengamanan Libur Idul Adha Selesai, Polisi Gencarkan Patroli Malam
Selain deforestasi, alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan juga menjadi pemicu signifikan. Faktor alam, seperti kebakaran hutan, turut memperparah kondisi.
“Salah satu terjadinya hutan kritis itu tidak hanya faktor deforestasi, tapi juga terjadi karena alam, misalnya kebakaran hutan,” kata Tofan.
Tofan Ardi berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk memiliki upaya mitigasi konkret untuk mencegah kerusakan hutan yang semakin parah di masa mendatang.
Di sisi lain, seorang penggiat lingkungan yang enggan disebutkan namanya simpati atas kerusakan Hutan Lindung di kawasan Desa Tritik, Kecamatan Rejoso.



















