Menurutnya, alasan kenapa mengambil ini karena mereka ingin menunjukkan kalau jurnalisme itu bisa mengangkat warisan yang tak bersuara.
“Maka dari itu, kita putuskan mengangkat tema budaya pena aksara nusantara: jurnalisme untuk warisan yang tak bersuara,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, salah satu pemateri sekaligus dewan juri, Budi Setyono menyambut positif ide serta gagasan kreatif FPME.
Baca Juga :Demo Tolak ODOL, 10 Provokator Diduga Mabuk hingga Main Judol Diamankan Polisi
“Ini sangat bagus dan positif. Secara tidak langsung kita telah memperkenalkan jurnalis ke siswa dan mahasiswa. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini siswa serta mahasiwa bisa lebih paham dan bisa memaknai jurnalis,” pungkasnya.
Diketahui dalam lomba tersebut muncul 3 juara yakni Safa Zahira Khairunnisa dari SMA Islamic Village, juara 3, Armial YSSA Azalia SMKS PGRI 1 Ngawi juara 2 dan Casey Azahra dari SMA 1 Kramat Kramatwatu sebagai juara 1.



















