Bangun pukul 04.00 dan ikuti salat subuh di musala dekat rumahnya yang berjarak 50 meter, adalah aktivitas rutin di pagi hari.
“Saya makan apa saja mau dan masuk tidak ada pantangan. Saya suka rawon dan soto kegemaran saya. Hingga sekarang tetap sehat,” ujarnya, Rabu (25/6/2025).
Baca Juga :Di Kabupaten Kediri, Sekolah Umum Bisa Terima Anak Berkebutuhan Khusus
Sementara Ririt (40) menantu Mbah Surip mengaku kagum dengan mertuanya ini. Di usia yang sudah sepuh, mertuanya tetap sehat. Bahkan nilai uang pun masih bisa menghafal antara pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu, dan Rp5000.
“Mbah Surip juga hafal siapa yang memberinya. Untuk puasa Senin – Kamis masih dijalani, dan puasa ramadan ia lakukan. Kata orang dulu, tirakat paling kuat. Dulu jualan keranjang, tompo dan lainnya, ke pasar jalan kaki tanpa alas kaki,” katanya.



















