“Untuk anak-anak milenial dan Gen Z, kami punya program di bidang ketahanan. Saat ini ada 16 titik, masing-masing titik mencakup 150 hektare. Ini semua dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia,” jelasnya.
Bupati Warsubi juga memaparkan, Kabupaten Jombang saat ini menempati posisi kesembilan sebagai daerah penghasil pangan terbesar di Jawa Timur. Dari total produksi gabah, sekitar 60 persen atau setara 30 ribu ton telah berhasil diserap oleh Bulog. Angka ini menjadikan Jombang sebagai kabupaten dengan tingkat serapan gabah tertinggi di provinsi tersebut.
“Alhamdulillah, Jombang saat ini merupakan lumbung pangan terbesar nomor sembilan di Jawa Timur. Penyerapan gabah kita oleh Bulog mencapai 60 persen atau sekitar 30 ribu ton, dan ini menjadikan Jombang sebagai kabupaten tertinggi dalam hal serapan gabah di Jawa Timur,” terangnya.
Melalui pertemuan ini, Bupati berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian semakin kuat, sehingga program-program strategis pertanian bisa terus dilanjutkan dan diperluas. “Harapan kami, Jombang bisa terus bersinergi dengan Kementerian Pertanian untuk menyerap berbagai bantuan dan program strategis demi ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia,” pungkasnya.



















