Jenang Suro, Tradisi Masyarakat Songgoriti Kota Batu Melestarikan Budaya Turun Temurun

Jenang Suro, Tradisi Masyarakat Songgoriti Kota Batu Melestarikan Budaya Turun Temurun
Wakil Walikota Batu, Heli Suyanto saat hadir dan mengikuti tradisi jenang suro di kawasan Candi Songoriti Kota Batu. (arief/sejahtera.co)

Batu, SEJAHTERA.CO – Tradisi bernama Jenang Suro. Seperti namanya, tradisi ini merupakan kegiatan masyarakat Songgoriti untuk membuat jenang pada bulan Suro.

Tradisi ini dilakukan di sekitaran kompleks Candi Songgoriti. Hal itu didasari atas kepercayaan masyarakat atas kompleks candi yang disakralkan.

Tujuan diadakannya traisi Jenang Suro adalah sebagai wujud tanda rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat yang telah diberikan kepada umat-Nya.

Read More

Dalam tradisi Jenang Suro terdapat beberapa bahan baku pembuatannya, seperti beras jawa, kelapa, dan kacang. Bahan-bahan itu dicampur menjadi satu dalam wajan yang lumayan besar dan porsi yang banyak.

Baca Juga :Festival Sendratari Dewi Songgolangit Sukses Digelar, jadi Pembuka Meriah Menuju Pasar Rakyat di Mojoroto

Sajian akan dibagikan kepada masyarakat sekitar disertai lauk pauk seperti perkedel.

Kegiatan ini juga diiringi oleh pembacaan tembang Macapat sebagai bentuk tolak bala masyarakat Songgoriti.

Tradisi ini juga menjadi salah satu sarana untuk mempererat tali silaturahmi sesama warga, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, laki-laki, perempuan, hingga sesepuh dan tokoh-tokoh penting juga turut hadir dalam tradisi jenang Suro ini.

Tradisi Jenang Suro yang rutin digelar pada setiap bulan Suro ini harus tetap dilestarikan untuk menjaganya agar tidak punah dimakan oleh waktu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *