Baca Juga :Benih Tebu Panjalu 01 Produk Kabupaten Kediri Jadi Contoh Produk Unggulan Nasional
“Biasanya, setiap hari kami melayani sekitar 400 pemohon. Saat liburan ini bisa naik menjadi 700–800 pemohon untuk pencetakan dokumen kependudukan,” jelasnya.
Dispendukcapil sebenarnya telah memiliki program jemput bola ke sekolah untuk siswa usia 16 tahun. Namun, banyak pelajar tetap memilih datang langsung karena ingin mengganti foto yang sebelumnya berseragam sekolah.
“Momen liburan sekolah ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengurus KTP-el ke Dispendukcapil,” tambah Masduqi.
Layanan perekaman dipusatkan di kantor Dispendukcapil. Setiap hari, sekitar 500 KTP-el dicetak di sana, sementara Mall Pelayanan Publik mencetak sekitar 200 keping.
Masduqi juga menyampaikan bahwa keterbatasan blanko dari pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri.
“Kami hanya mendapat kiriman 2.000 blanko per minggu, cukup untuk 4–5 hari pelayanan. Karena itu pencetakan hanya dilakukan di kantor Dispendukcapil agar tetap lancar,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika blanko dibagi ke kecamatan, dikhawatirkan pelayanan di kantor pusat terganggu. “Kami ingin tetap bisa melayani setiap hari,” pungkasnya.



















