“Pemkot harus lebih peduli terhadap kondisi pedagang pasar. Pertumbuhan ekonomi bukan hanya soal investasi, tapi juga perputaran uang di pasar tradisional,” jelasnya.
Baca Juga :Puncak Sekawan, Destinasi Wisata Alam di Blitar, Ada Ratusan Anak Tangga Siap Uji Fisik
Pria yang akrab disapa Dampo ini juga mengusulkan sejumlah solusi, seperti menggelar event pasar, pelatihan digital marketing untuk pedagang, penghapusan retribusi dan parkir, penyediaan pinjaman berbunga rendah, serta mendorong ASN berbelanja di pasar.
Ia juga menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur pasar, mulai dari kebersihan, fasilitas umum, hingga pengelolaan parkir agar pasar kembali menjadi pusat ekonomi rakyat.
Jika aspirasi terus diabaikan, lanjutnya, PAPERA dan APPSI Kota Madiun akan membawa laporan ini ke tingkat nasional, termasuk ke Kementerian Perdagangan, Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI, dan Ketua Umum PAPERA–APPSI yang juga Wamen Pertanian, Mas Sudaryono.
Baca Juga :Polres Kediri Serah Terima Jabatan Kasat Reskrim
“Kami siap mengawal aspirasi ini sampai pusat jika tidak ada respons dari Pemkot. Ini bukan hanya soal pedagang, tapi soal keadilan ekonomi rakyat kecil,” pungkasnya.



















