“Biasanya terjadi di awal tahun, dan pertengahan, ya merugi jelas. Selama ini belum ada solusi dari pemerintah,” tukasnya.
Dirinya menambahkan, ribuan ikan mati tersebut rata-rata jenis nila yang sudah memasuki masa panen. Untuk sementara ikan keramba yang masih bisa bertahan dipanen lebih cepat untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
“Kerugian sekitar Rp10 juta. Kalau yang mati tidak bisa dijual, terpaksa ya dikubur kalau yang masih hidup dipanen saja,” pungkas Imam.
Baca Juga :Kebakaran di Jalan Halim Perdana Kusuma Kediri Kerugian Capai Rp75 Juta
Tak hanya berdampak bagi petani, fenomena ini juga dikeluhkan pengunjung Telaga Ngebel. Bau menyengat yang diduga berasal dari gas belerang tercium hingga ke tepian telaga.
“Bau belerang ini sangat mengganggu. Kemarin lebih menyengat dari hari ini. Warna air juga agak kecokelatan dan keruh,” ucap salah satu pengunjung Slamet Riyadi.



















