Satu kasus tragis terjadi saat bulan Ramadan 2025. Seorang warga meninggal dunia akibat sengatan tawon vespa yang menyerangnya tak lama setelah sekelompok anak melempari sarang tawon di sebuah pohon.
“Korban sempat melintas di lokasi sarang setelah dilempari anak-anak. Ia diserang dan meninggal dunia kurang dari satu jam setelah disengat,” tutur Iwan.
Iwan mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan sarang tawon vespa di sekitar lingkungan mereka dan tidak mencoba membasmi sendiri. Petugas Damkar memiliki prosedur dan perlengkapan khusus untuk menangani evakuasi secara aman, biasanya dengan cara dibakar saat malam hari saat tawon lebih pasif.
Baca Juga :Avan, Anak Tukang Es Keliling dari Ponorogo yang Lolos ITB dengan Ratusan Piala Sains
“Kami siap membantu masyarakat untuk mengevakuasi sarang tawon. Jangan ambil risiko sendiri karena serangan tawon ini bisa mematikan,” pungkas Iwan.
Berdasarkan catatan DPKP, tren evakuasi sarang tawon vespa terus meningkat dalam tiga tahun terakhir:
Tahun 2022: 219 kasus
Tahun 2023: 372 kasus
Tahun 2024: 396 kasus
Tahun 2025 (hingga Juli): 310 kasus



















