Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kasus serangan tawon vespa di Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan pada pertengahan tahun 2025.
Dalam enam bulan terakhir, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung mencatat telah mengevakuasi 310 sarang tawon vespa. Salah satu kasus bahkan menyebabkan satu warga meninggal dunia.
Kasi Evakuasi dan Penyelamatan DPKP Tulungagung, Iwan Supriyono menjelaskan, jumlah evakuasi tahun ini sudah mendekati capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Sampai awal Juli 2025, kami sudah mengevakuasi 310 sarang tawon vespa. Tahun lalu ada 396 sarang sepanjang tahun, jadi sangat mungkin tahun ini jumlahnya akan melebihi itu,” ungkap Iwan, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga :Wali Kota Kediri Tinjau Rumah Warga Jamsaren yang Terbakar, Janjikan Bantuan Pemulihan
Ia menyebut, peningkatan populasi tawon vespa ini dipengaruhi oleh perubahan iklim, khususnya musim hujan yang datang tidak menentu. Curah hujan tinggi menjadi kondisi ideal bagi tawon vespa untuk berkembang biak, dan banyak sarang ditemukan di area permukiman warga, terutama di luar wilayah perkotaan.
“Biasanya puncaknya terjadi pada Agustus hingga Oktober. Tapi karena hujan sekarang bisa terjadi kapan saja, koloni tawon mulai berkembang biak lebih cepat dan luas,” jelasnya.



















