Nguri-uri Budaya Petilasan Dewi Sekartaji, Ratusan Warga Desa Janti Kirab Tumpeng Suro

Nguri-uri Budaya Petilasan Dewi Sekartaji, Ratusan Warga Desa Janti Kirab Tumpeng Suro
Kepala Desa Janti Ir. H. Muryadi sedang memberikan potongan tumpeng kepada Kapolsek Wates AKP Agus Sudarjanto. (burhan/sejahtera.co)

“Hal ini perlu dukungan dari semua pihak, termasuk media untuk mempublikasikan tentang Destinasi Wisata Petilasan Dewi Sekartaji di Desa Janti,” ujarnya.

Baca Juga :Komisi XII DPR RI Tinjau Perkebunan Sawit, PT Mutiara Agama Terancam Disegel

“Agar masyarakat tahu, cerita apa yang ada di petilasan Dewi Sekartaji. Dewi Sekartaji itu seperti apa to, kok bisa nyampek di Desa Janti?. Nah ini ada cerita legendanya,” terangnya

Read More

Ir. H. Muryadi menjelaskan, kegiatan ini memberi dampak positif sosial ekonomi kepada masyarakat Desa Janti khususnya dan warga sekitar.

Pemerintah Desa Janti juga bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri untuk memberikan dukungan acara Kirab Syukur Suro tiap tahun dengan menampilkan kesenian yang menggambarkan legenda Dewi Sekartaji yang mencari kekasihnya Panji Asmorobangun atau Panji Inu Kertopati.

Ir. H. Muryadi berharap, Disparbud Kabupaten Kediri memberikan dukungan dan perhatian terhadap budaya yang ada di Desa Janti yang mempunyai nilai yang sangat luar biasa.

“Mari kita bersama-sama menata Petilasan Dewi Sekartaji ini, menjadi obyek wisata bagi warga sekitar, khususnya untuk masyarakat Kediri. Woo Desa Janti itu ada Sekartaji.., Sekartaji itu apa too.. Biar tahu semuanya,” imbuhnya.

Baca Juga :Ada Pengurus KMP di Kota Blitar Enggan untuk Lengkapi Berkas NPWP

Sementara itu, puluhan tumpeng usai diarak keliling desa menuju Petilasan Dewi Sekartaji dilanjutkan prosesi acara, doa-doa dan tumpeng langsung jadi rebutan warga.

Saat yang dinanti-nanti warga usai menempuh perjalanan kirab yang melelahkan, yakni makan tumpeng nasi dan berebut tumpeng hasil bumi.

“Lumayan saya dapet sayuran dan buah-buahan dan jajanan. Semoga tahun depan lebih meriah lagi, “ ujar Zuliana warga Dusun Grojokan.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Wates Subur Widono mengapresiasi kegiatan nguri-uri budaya yang bertepatan bulan Suro dengan Kirab Syukur Suro sedekah bumi, diharapkan bisa bermanfaat bagi warga Desa Janti.

“Kegiatan Kirab Syukur Suro Desa Janti ini, baru kali ini di gelar di Kecamatan Wates cukup spektakuler dengan peserta bapak, ibu, pemuda dan anak-anak mampu solidaritas dan kekompakannya untuk nguri-uri budaya. Kita jaga dan lestarikan budaya yang ada di Desa Janti,” imbaunya.

Selaras dengan program Pemda Kabupaten Kediri, mewujudkan Kediri Berbudaya. “Alhamdulillah acara berjalan aman,tertib dan lancar,” tambahnya.

Baca Juga :Produk Makanan dan Kue Berbahan Baku Nanas Candaria dari Kediri Semakin Terkenal

Hadir dalam acara Kirab Syukur Suro, Forkopimcam Kecamatan Wates, Kapolsek Wates, Danramil, Anggota DPRD Kabupaten Kediri, Tokoh masyarakat, Lembaga Desa mulai BPD, RT/RW.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *