“Setelah itu, kami adopsi kurikulum nasional. Kami juga gunakan Learning Management System (LMS) agar seluruh proses belajar terpantau digital oleh guru, siswa, hingga orang tua,” jelas Andik.
Baca Juga :Dua Kapolsek di Kota Batu Resmi Dirotasi, Ternyata ini Penyebabnya
Sekolah ini menggunakan sistem berasrama penuh. Kegiatan harian dimulai sejak Subuh, dilanjutkan pembelajaran dan ibadah malam seperti tadarus serta hafalan Al-Qur’an hingga pukul 21.00 WIB.
Pendekatan pendidikan karakter ini meniru pola pesantren, ditunjang kehadiran wali asrama yang tinggal bersama siswa.
Sebelum pembelajaran dimulai, seluruh siswa menjalani tes kesehatan menyeluruh.
“Ini untuk mendeteksi kondisi awal seperti alergi atau penyakit bawaan. Tidak ada siswa yang digugurkan. Semua tetap bisa belajar dan tinggal di sini,” tegas Andik.
Baca Juga :Cuaca Ekstrem, Petani Hortensia di Kota Batu Terancam Gagal Panen
Pemantauan kesehatan akan dilakukan rutin mingguan dan bulanan oleh tim medis. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan berbasis karakter dan kesejahteraan, yang dapat menjawab kesenjangan sosial secara konkret.



















