Polemik Rencana Pembangunan Dapur SPPG, Pemkot Batu Bakal Kaji Ulang

Polemik Rencana Pembangunan Dapur SPPG, Pemkot Batu Bakal Kaji Ulang
Pemerhati lingkungan saat membersihkan lokasi mata air yang rencana akan digunakan Dapur SPPG. (arief/sejahtera.co)

Kasi Perencanaan dan Pengembangan Teknik Perumdam Among Tirto Kota Batu Wahyudin mengungkapkan, secara teknis pembangunan di dekat sumber mata air memang bisa mengganggu produktivitas mata air.

“Namun, perlu dilakukan studi lebih detail terkait catchment area,” ujarnya.

Udin, sapaannya, menyebut pembangunan di sekitar mata air sebenarnya bisa dilakukan upaya. Seperti studinya di daerah Trawas, Kabupaten Mojokerto untuk dibangun sumur resapan.

Read More

Baca Juga :Kadindik Jatim Harapkan MPLS untuk Unjuk Bakat hingga Perang Lawan Judol

Khususnya di masing-masing blok rumah. Satu sumur resapan yang dibangun setidaknya delapan meter persegi per satu sumur. Idealnya juga dipasang di area tadah hujan.

Upaya itu, dikatakan Udin, bisa meningkatkan debit dan memunculkan sumber mata air baru. “Tapi prosesnya juga panjang, sekitar 2 tahun, itupun bergantung volume curah hujan,” paparnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *