“Kondisi ini berulang setiap tahunnya, dan di musim kemarau panjang, namun yang terjadi kemarau basah dan terjadi bediding. Kita tetap imbau warga jangan remehkan kondisi seperti saat ini,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
“Yang sering terjadi Alergi kulit, sakit asma bisa kambuh dan hypotermia karena perubahan cuaca yang dingin dan daya tahan tubuh lemah,” sambungnya.
Joko menambahkan, sejauh ini belum ada laporan warga Kabupaten Kediri meninggal akibat mbediding ini. Namun mengantisipasi agar tidak jadi ‘korban’ bediding sangat perlu dan penting.
Ini demi kebaikan bersama warga Kabupaten Kediri. Puncak mbediding di bulan Agustus akan terasa sangat dingin setiap malam hingga pagi hari.
“Kita imbau warga Kabupaten Kediri jaga kesehatan diri. Gunakan baju tebal agar tubuh tetap bisa hangat dan tidak menggigil, konsumsi vitamin dan makanan bergizi agar tidak mudah sakit,” katanya.



















