“Memang belum sepenuhnya terungkap. Tapi, keterbatasan dana juga harus dimaklumi. Ekskavasi itu butuh biaya besar,” katanya.
Berdasarkan penghitungan sebelumnya, kegiatan ekskavasi membutuhkan dana sekitar Rp160 juta. Biaya tersebut meliputi penggalian dan penyewaan lahan milik warga yang berada di sekitar situs candi.
“Ada beberapa lahan milik warga yang perlu disewa saat ekskavasi dilakukan. Jadi sebagian dana juga dialokasikan untuk itu,” jelas Edy.
Sementara itu, jika rencana ekskavasi kelima jadi dilaksanakan pada 2026, fokus utamanya adalah menggali dan mengidentifikasi kompleks pagar sisi barat situs. Ada dugaan terdapat bangunan yang terhubung antara pagar dan pintu gerbang utama candi.



















