“Namanya anak-anak masih dalam masa pembiasaan, itu wajar kalau naik turun. Dua anak ini sebenarnya sudah memulai proses adaptasi, tapi karena masih sangat ingin dekat dengan orang tua, akhirnya orang tua meminta agar anaknya mengundurkan diri,” jelasnya.
Meski demikian, menurutnya, pihak sekolah tetap menghormati keputusan keluarga dan memastikan bahwa proses pengunduran diri berjalan dengan baik.
“Dengan keluarnya dua siswa tersebut, kini jumlah peserta didik di SR Kota Batu berjumlah 148 siswa, dari total awal 150 orang,” ungkap Yuliana.
Baca Juga :Kapolres Batu Tegaskan Penegakan Disiplin, Satu Anggota Dipecat Tanpa Kehadiran
Saat ini, seluruh siswa yang masih aktif tengah mengikuti masa pembiasaan sebagai bagian dari transisi menuju pembelajaran formal.
Sekolah Rakyat Kota Batu baru saja menyelesaikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli, dan mulai awal Agustus menjalankan kegiatan penguatan karakter serta pengenalan konsep dasar pembelajaran.
Pembelajaran formal dijadwalkan baru akan dimulai pada akhir Agustus, mengikuti ketentuan dari Kementerian Pendidikan.



















