Kegiatan rutin komunitas ini bukan sekadar ajang kumpul hobi. Setiap bulan mereka mengadakan gathering yang diisi dengan diskusi seputar perawatan ikan, sesi lelang, hingga edukasi konservasi. Namun yang paling menonjol dari aktivitas mereka adalah aksi nyata menjaga ekosistem sungai.
Kampret Blitar secara berkala menebar benih ikan lokal endemik seperti wader dan uceng ke aliran sungai di Blitar. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian populasi ikan air tawar yang makin terdesak oleh kerusakan habitat dan aktivitas penangkapan yang merusak.
“Kami juga aktif mengedukasi masyarakat agar tidak menggunakan metode menangkap ikan yang merusak, seperti meracun atau menyetrum,” jelas Denis. Edukasi ini dilakukan secara langsung ke warga, dari pintu ke pintu, demi membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem air.
Baca Juga :Pustaka Winatra, Perpustakaan di Taman Baca Banaran yang Semakin Diminati Warga
Tidak hanya berhenti di aksi lingkungan, komunitas ini juga menunjukkan kepeduliannya terhadap sosial. Mereka rutin menyalurkan bantuan seperti sembako kepada masyarakat sekitar.
Kolaborasi juga menjadi salah satu kekuatan Kampret Blitar. Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, mereka beberapa kali menggelar event bursa ikan hias yang tak hanya menjadi ajang promosi hobi, tapi juga mendukung pemulihan ekonomi pelaku UMKM di sektor ikan hias.
Meski begitu, bagi Denis dan rekan-rekannya, esensi komunitas ini tetap satu: menjaga agar kehidupan di sungai tetap lestari. “Bagi kami, yang paling penting adalah ekosistem ikan di sungai tetap terjaga,” tutup Denis.


















