Dikarenakan api belum terlalu besar, proses pemadaman dan pembasahan berlangsung cukup cepat yakni kurang lebih selama kurang lebih 24 menit.
Baca Juga :DPD Golkar Kota Madiun Tegaskan Miliki Hak Atas Lahan Kantor Partainya
Beruntung api tidak sampai menyambar ruangan lain di SMPN 1 Ngantru, mengingat proses pemadaman dilakukan secara cepat dan tepat.
“Api menyambar bagian atap dan sempat membakar sebagian plafon, tetapi api berhasil dijinakkan sebelum sempat membesar maupun menyambar ruangan lain,” ungkapnya.
Usai penanganan, Bambang menyebut, pihaknya lantas melakukan olah tempat kejadian kebakaran untuk memastikan penyebab munculnya api pada ruang laboratorium itu.
Sesuai keterangan para saksi, awalnya area persawahan lahan tebu di utara sekolah tengah dibakar untuk mempersiapkan masa tanam.
Namun dikarenakan angin berhembus cukup kencang dan lokasi persawahan tanaman tebu dekat dengan sekolah, api kemudian menyambar bagian atap pada sekolah itu.
Baca Juga :Musda ke-XI Golkar Jombang Usung Generasi Muda, Andik Basuki Kembali Nahkodai DPD Secara Aklamasi
Menurut Bambang, kerugian material hanya pada bagian atap dan plafon, sedangkan di dalam ruang laboratorium itu masih kosong.
“Ruang laboratorium itu belum diisi perabotan dan masih kosong. Jadi api hanya menyambar bagian atap dan plafon di ruangan itu saja,” pungkasnya



















