Tak hanya di Giripurno, di Desa Junrejo tepatnya di Jalan Hasanudin, atap rumah Arini (42) ambrol sepanjang 10 meter karena lapuk dan tak mampu menahan derasnya hujan. Akibatnya, perabotan, bahan pangan, dan pakaian basah kuyup.
Baca Juga :Kecelakaan di Jalan Raya Blitar-Kediri, Motor Ringsek Pengendara Selamat Meski Tabrakan dengan Truk
Meski kerusakan cukup parah, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa. Namun, dua keluarga terpaksa mengungsi, yakni keluarga Karmidi (5 orang) dan keluarga Mila Irawati (2 orang).
“Kerusakan atap rumah berdampak pada aktivitas harian warga. Ada juga yang jaringan listriknya terganggu,” terang Suwoko.
Sebagai langkah cepat, BPBD bersama TNI, Polri, perangkat desa, dan Tagana melakukan kerja bakti membersihkan material, mengevakuasi barang, serta memperbaiki atap darurat. Bantuan berupa terpal dan logistik juga telah disalurkan kepada warga terdampak.
Baca Juga :Tradisi Methik Pari di Ponorogo, Warga Glinggang Bawa 200 Tumpeng Syukuran Panen Raya
“Langkah tindak lanjut pascabencana terus dilakukan. Kami akan melakukan asesmen lebih lanjut untuk memastikan kebutuhan warga. Prinsipnya, penanganan darurat harus segera, agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” pungkas Suwoko.



















