Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan seluruh masukan dari BGN akan dijadikan bahan perbaikan.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan pada program MBG. Semua masukan akan ditampung dan diperbaiki dalam pelaksanaan berikutnya,” ujar Bupati Yuhronur.
Selain aspek kesehatan, program MBG juga membawa dampak ekonomi positif bagi daerah. Program ini mampu membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, petani, dan nelayan melalui rantai pasok bahan makanan bergizi, sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Baca Juga :Ekonomi Kreatif Pakelan Berkembang Pesat, Anak Muda Kediri Bangun Ruang Ide Lewat Kafe
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Lamongan akan mensinergikan seluruh SPPG dengan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam penyediaan bahan pangan. Bupati juga menginstruksikan agar minimal sepertiga bahan baku berasal dari produk lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat Lamongan secara merata.
Sementara itu, Kepala Satgas MBG Kabupaten Lamongan Nalikan menambahkan bahwa target total keberadaan SPPG di Lamongan mencapai 111 titik.
“Hingga kini sudah ada 79 SPPG yang beroperasi di 27 kecamatan, dengan total penyaluran mencapai 149.896 paket makanan,” ungkap Nalikan.



















