“Sampingnya juga rusak karena bangunan umurnya sama. Jadi memang sudah rawan,” tambahnya.
Baca Juga :Dianggarkan Rp27,277 Miliar, untuk Rehab 32 SD Negeri di Kabupaten Kediri
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah meminta agar segera dilakukan pembangunan total untuk tiga ruang kelas yang kini dikosongkan.
“Kami berharap dinas bisa segera menindaklanjuti, karena ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tegas Pujianto.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Hartono, mengaku telah menerima laporan dan segera meminta pihak sekolah untuk kembali mengajukan usulan pembangunan.
“Nah, ini nanti tentunya kewajiban kami. Tadi sudah saya sampaikan kepada Pak Korwil maupun kepala sekolah agar segera mengajukan usulan,” jelas Puguh.
Ia menambahkan, bulan Oktober hingga November merupakan waktu yang tepat untuk mengajukan usulan karena Disdik sedang melakukan rekapitulasi program pembangunan sekolah. “Kami sedang memetakan usulan dari sekolah-sekolah. Termasuk SDN 2 Jatigreges akan kami masukkan ke dalam daftar prioritas,” ujarnya.
Baca Juga :Sidang Korupsi Dam Kali Bentak Berlanjut, Terungkap Peran Bupati dan TP2ID
Dengan kondisi bangunan yang sudah tidak layak, proses belajar mengajar untuk sementara dihentikan di tiga ruang tersebut. Para siswa dialihkan ke ruang alternatif hingga ada penanganan lebih lanjut.
Tragedi kecil di SDN 2 Jatigreges ini menjadi pengingat bahwa keselamatan siswa tidak boleh ditunda. Di balik setiap dinding sekolah yang retak, tersimpan tanggung jawab besar untuk menjaga masa depan generasi muda agar bisa belajar dengan aman dan nyaman.



















