“Lebih ramai 2024 dibanding 2025. Sekarang hampir di mana-mana ada jasa seperti ini,” ungkapnya.
Pada periode ramai, perputaran uang di lapaknya bahkan bisa mencapai kurang lebih Rp150 juta selama Ramadan. Meski persaingan meningkat, ia tetap optimistis tahun 2026 membawa perbaikan.
“Semoga tahun ini lebih baik, lebih ramai, dan rezekinya lancar,” harapnya.
Sementara itu, Irma, warga Kelurahan Pojok, yang ditemui saat menukarkan uang barunya di lokasi, mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan dan terhindar dari kenaikan tarif.
Baca Juga :Ancam Keselamatan, Satreskrim Polres Kediri Kota Imbau Warga Tak Bermain Mercon di Bulan Ramadan
“Mending hari ini segera tukar, mumpung harganya masih relatif murah. Takutnya nanti tambah dekat Lebaran harga bisa naik,” katanya.
Menurutnya, kenaikan tarif jasa menjelang Lebaran merupakan hal yang wajar. Selain faktor stok yang terbatas, antrean di bank juga dipastikan akan membeludak.
“Wajar saja kalau naik. Antrean di bank juga pastinya ramai,” tambahnya.
Dengan mulai bergeraknya jasa penukaran uang baru di Sekartaji, tradisi berbagi pecahan uang baru saat Lebaran diprediksi kembali menggeliat. Seiring mendekatnya Hari Raya Idulfitri, permintaan dipastikan meningkat dan persaingan antar pedagang pun semakin ketat.



















