Muktamar Ke-35 NU Memanas, Gus Salam Soroti Intimidasi, Politik Uang, hingga Dugaan Kekerasan Peserta

KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) ketika siaran persnya di Ponpes Denanyar, Jombang, Sabtu (29/8/2026).
KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) ketika siaran persnya di Ponpes Denanyar, Jombang, Sabtu (29/8/2026).(foto: istimewa)

JOMBANG, SEJAHTERA.CO – Dinamika Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dinilai telah mencapai titik jenuh yang membahayakan bagi keberlangsungan jam’iyyah. Hal tersebut disampaikan oleh KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, salah satu kandidat Ketua Umum PBNU, dalam konferensi pers di Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Baca juga:Polres Jombang Siagakan Ribuan Personel Pasukan Pengamanan Muktamar ke-35 NU 2026

Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya tekanan konflik di arena muktamar. Menurutnya, para muktamirin dari berbagai wilayah dan cabang merasa sangat lelah, lemas, serta kehabisan energi secara fisik maupun mental akibat manuver politik yang dinilai tidak sehat.

Read More

“Muktamirin dari PWNU, PCNU se-Indonesia, dan PCINU luar negeri yang semestinya merasa nyaman, aman, serta semangat bermusyawarah demi jam’iyyah, justru merasa sangat lelah secara fisik dan mental akibat tekanan konflik tajam PBNU di arena muktamar,” ujar Gus Salam.

Ia menuding telah terjadi intimidasi struktural atas nama kekuasaan PBNU, kepanitiaan, hingga oknum pejabat negara secara masif. Selain itu, ia juga menyoroti adanya praktik karantina peserta serta dugaan politik uang secara vulgar yang menciptakan luka dan trauma mendalam dalam berorganisasi.

“Intimidasi struktural terjadi secara masif di muktamar. Manipulasi legalitas hak, kedaulatan, dan kemandirian PWNU-PCNU-PCINU dijalankan melalui operasi formal-prosedural, tetapi merusak substansi dan hakikatnya,” tegas mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur ini.

Gus Salam meyakini oknum pejabat yang bermanuver dalam muktamar bertindak demi kepentingan pribadi, bukan kemaslahatan negara. Ia juga meyakini Presiden Prabowo Subianto terus memantau setiap dinamika yang terjadi.

“Kami meyakini oknum-oknum pejabat yang ikut bermanuver sepenuhnya untuk kepentingan pribadi, bukan kemaslahatan negara. Dan kami yakin pidato Presiden RI saat pembukaan merupakan sinyal kuat bahwa setiap pergerakan selama muktamar berada dalam pantauannya,” lanjutnya.

Ungkap Dugaan Kekerasan dan Karantina Kiai

Tak hanya persoalan politik organisasi, Gus Salam juga membeberkan adanya dugaan kekerasan fisik terhadap salah satu pengurus PCNU yang diduga dipukul akibat tidak mengikuti arahan pengurus wilayahnya. Kasus ini dikabarkan telah dilaporkan ke Polres Jombang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *