Ia menilai, pemanfaatan teknologi digital merupakan kunci agar pelayanan publik tetap berjalan optimal dan responsif, meskipun dilakukan dengan sumber daya yang lebih hemat.
Lebih lanjut, Pak Yes mengajak seluruh ASN untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menghadapi ketidakpastian masa depan. Langkah antisipatif harus dimulai dari perubahan perilaku kerja yang nyata.
“Ke depan kita akan dihadapkan pada berbagai hal baru yang mungkin belum pernah kita alami sebelumnya. Oleh karena itu, semangat efisiensi ini harus benar-benar menjadi budaya kerja, bukan sekadar imbauan,” tegasnya.
Baca Juga :H+4 Lebaran, Terminal Seloaji Ponorogo Ramai Lancar
Meskipun fleksibilitas kerja seperti WFA belum diresmikan, Pak Yes optimistis bahwa nilai-nilai fleksibilitas yang terukur dapat menjaga kinerja pemerintahan tetap stabil.
Ia berharap langkah ini tidak hanya berdampak pada penghematan kas daerah, tetapi juga meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.
“Semua harus bisa kita hadapi bersama. Dengan kebersamaan dan komitmen untuk efisien, pekerjaan akan tetap berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.



















