Sumarti (45) petani sayur di Ringinrejo mengakui penurunan harga sayur mayur ini terjadi sejak H + 3 lebaran. Ia menjual kacang panjang dan terongnya langsung ke pasar.
Bagi petani sayur, H + 3 lebaran sudah ada transaksi untuk sayur mayur untuk kebutuhan pasokan konsumen di pasar.
“Biasanya seminggu selepas lebaran baru turun berbarengan dengan ketupatan. Namun H + 3 sudah ada perubahan harga yang turunnya drastis,” katanya, Senin (30/3/2026).
Untungnya sebelum lebaran sudah panen cabai dan terong duluan. Jadi panenan bisa dobel saat itu dan harga tinggi,” katanya lagi.
Baca Juga :ASN Pemkot Batu yang Absen Apel Bakal Dikenai Sanksi
Mak Ti demikian ia disebut, memahami naik turunnya harga sayur mayur ini. Namun demikian Mak Ti masih terus tanam sayur di sawahnya karena permintaan tinggi. Ia terus pantau perkembangan tanaman sayur agar tidak terkena hama.



















