Kisah Martiyah (104), Penjual Jenang Asal Kediri yang Berangkat Haji Setelah Menabung Puluhan Tahun

haji tertua kediri
Mbah Martiyah penjual jenang sumsum asal Dusun Bogo Desa Bulu Kecamatan Semen saat pelepasan haji di HCC SLG Selasa siang (bakti wijayanto)

“Cita-cita saya memang naik haji. Uang saya kumpulkan sejak lama. Saya bersyukur masih diberi kesehatan dan bisa melihat anak cucu,” ujarnya.

Martiyah memiliki lima anak, serta puluhan cucu dan buyut yang jumlahnya mencapai sekitar 50 orang. Dalam perjalanannya ke Tanah Suci nanti, ia akan didampingi oleh anak keduanya, Muidah (64).

Muidah mengatakan, tekad sang ibu untuk berhaji sangat kuat sejak lama. Ia pun bersyukur kondisi ibunya masih sehat menjelang keberangkatan.

Read More

“Saya bersyukur ibu sehat. Informasinya, ibu menjadi jemaah haji tertua di Indonesia tahun ini. Mohon doanya semoga kami semua diberi kelancaran saat berangkat maupun pulang,” ujarnya.

Baca juga:DP3AP2KB Kota Kediri Sosialisasi Pendaftaran Duta Genre 2026

Kisah Martiyah menjadi potret ketekunan dan kesabaran, bagaimana impian yang dirawat sejak lama akhirnya terwujud di usia senja.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *