Untuk memastikan diagnosis, Pemkab Mojokerto akan memfasilitasi tes genetik dengan pengambilan sampel darah yang rencananya dikirim ke Korea.
“Tes ini penting untuk mengetahui apakah penyakit yang diderita bersifat genetik atau tidak, karena pemeriksaannya belum tersedia di dalam negeri,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Baznas Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp 6 juta untuk membantu kebutuhan pengobatan dan perawatan.
Pendampingan juga dilakukan oleh tenaga kesehatan setempat, mulai dari bidan desa hingga ahli gizi puskesmas, serta perangkat desa yang turut mengawal proses rujukan.
“Kami akan terus mendampingi keluarga, baik dari sisi pengobatan maupun dukungan sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Sosial tengah memproses bantuan sosial bagi keluarga guna meringankan beban selama proses pengobatan berlangsung.



















