“Kartini telah menanam benih kesadaran. Apa yang ia gagas kemudian diwujudkan oleh Soekarno dalam Proklamasi Kemerdekaan,” tegasnya.
Sementara itu, Eni Setyoningsih menyoroti relevansi nilai Kartini dalam kehidupan masa kini, khususnya peran perempuan dalam menjaga karakter bangsa.
Baca Juga :Polres Blitar Gelar Police Go To School dalam Upacara Hari Kartini
“Perempuan hari ini harus mampu menjadi penjaga nilai sekaligus penggerak peradaban. Semangat Kartini tidak cukup dipahami, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ungkapnya.
Selain diskusi kebangsaan, kegiatan ini juga diwarnai aksi sosial berupa santunan kepada anak yatim dan fakir miskin, sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dalam semangat Kartini.
Ketua panitia, Erny Nengtiyas, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai peringatan seremonial, tetapi sebagai momentum membangun kesadaran kolektif.
“Kami ingin Hari Kartini menjadi ruang refleksi bersama, agar nilai-nilai perjuangannya benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia bersama Jamiyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah Cabang Kediri, serta turut dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri dan Pemerintah Desa Pojok.
Baca Juga :Pelebaran Jembatan Tulungrejo Dikebut, Dongkrak Akses Wisata dan Ekonomi
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya mengenal Kartini sebagai simbol sejarah, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai perjuangannya dalam membangun karakter, memperkuat nasionalisme, dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.



















