Sementara itu, Ketua Kontes Ikan Moly Nasional, Dwi Susatyo, juga mengapresiasi tingginya partisipasi peserta. Ia menyebut kontes ini menjadi momentum penting bagi perkembangan komunitas ikan moly di Kediri, yang juga telah memiliki wadah komunitas bernama Kediri Moly Club.
“Tidak hanya peserta, jumlah pengunjung sejak hari pertama juga cukup tinggi. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap ikan hias semakin meningkat,” katanya.
Dwi mengungkapkan, dirinya mampu menjual sekitar 20 ekor ikan moly setiap hari. Permintaan datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri seperti Malaysia, Filipina, dan Vietnam.
Ia juga menepis anggapan bahwa ikan moly hanya dimanfaatkan sebagai pakan ikan predator. Menurutnya, ikan moly memiliki nilai ekonomi yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pembudidaya dan penghobi.
Baca juga:Kuota Pupuk Subsidi Turun, Pemkot Kota Kediri Pastikan Distribusi Tetap Aman
“Faktanya, ikan moly kini memiliki pasar tersendiri. Nilai jualnya terus naik dan peminatnya semakin banyak,” pungkasnya.



















