Adapun sektor pekerjaan yang akan digeluti meliputi perhotelan, industri, teknologi, farmasi, hingga bidang berbasis kecerdasan buatan (AI). Masa kerja program magang ini berkisar antara tiga hingga lima tahun, tergantung kesepakatan dengan perusahaan.
Baca juga:KPK Perpanjang Penahanan Gatut Sunu Wibowo, Ponsel Pejabat Tulungagung Masih Disita
“Setelah masa kerja berakhir, jika mereka mampu beradaptasi dan masih dibutuhkan perusahaan, mereka berpeluang kembali bekerja sebagai PMI,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa pemberangkatan pelajar semula dijadwalkan pada 19 Mei 2026. Namun, sesuai instruksi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemberangkatan dilakukan serentak pada 20 Mei 2026.
Sebelum diberangkatkan, para pelajar wajib mengikuti pelatihan bahasa dan peningkatan kompetensi di Training Center yang berlokasi di Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya. Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan, keterampilan, serta kedisiplinan sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Setiap pengguna tenaga kerja memiliki standar tersendiri. Karena itu, sebelum berangkat para pelajar dilatih terlebih dahulu di Training Center agar memiliki bekal yang memadai,” ujar Khofifah.



















