“Semoga kegiatan ini menjadi awal dari program-program inovatif yang mampu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Baca juga:Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban di Kediri Naik
Sementara itu, narasumber Agus Fatony Tohari menjelaskan bahwa hidroponik merupakan metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan memanfaatkan air yang mengandung nutrisi.
Media tanam yang dapat digunakan antara lain sekam bakar, cocopeat, dan rockwool. Metode ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sistem konvensional, seperti kapasitas tanam yang lebih banyak, tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit, serta pertumbuhan yang lebih cepat karena kebutuhan nutrisi terpenuhi secara optimal.
Untuk memulai budidaya hidroponik, diperlukan beberapa bahan seperti netpot, media tanam, benih sayuran, serta nutrisi khusus hidroponik. Sementara alat yang digunakan antara lain TDS meter untuk mengukur kandungan zat terlarut dalam air dan pH meter untuk mengukur tingkat keasaman larutan.
Agus berharap, pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pemberdayaan perempuan yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern yang ramah lingkungan.



















